Indonesia Darurat Kewirausahaan Sosial

0
Kewirausahaan Sosial dalam Pekerjaan Sosial

Kewirausahaan Sosial dalam Pekerjaan Sosial

BANDUNG Indonesia hari ini menghadapi berbagai persoalan struktural yang tidak sederhana. Pengangguran masih menjadi tantangan serius. Efisiensi anggaran negara memaksa banyak sektor publik melakukan penyesuaian.

Lapangan kerja formal tidak lagi mampu menyerap seluruh potensi generasi muda kita yang terus tumbuh setiap tahun. Namun persoalan terbesar kita sesungguhnya bukan sekadar kekurangan lapangan pekerjaan. Persoalan terbesar kita adalah cara berpikir tentang pekerjaan itu sendiri.

Pada buku saya yang berjudul Kewirausahaan: Sebuah Pengantar (Penerbit Widya Padjadjaran) saya menegaskan bahwa kewirausahaan bukan hanya praktik usaha/dagang ataupun bisnis, namun sisi lainnya adalah soal mental set dan pola pikir.

Artinya ini adalah pola pikir untuk memilih mandiri dan berdikari, memilih untuk mengoptimalkan benih potensi diri, memilih mencari jalan rezeki dengan bakat yang dimiliki dan memilih untuk tidak bergantung pada orang lain. Ini adalah mental set yang meyakini bahwa hidup adalah pilihan.

Selama ini, sebagian besar generasi muda Indonesia dididik untuk menjadi pencari kerja, bukan pencipta manfaat. Mereka dilatih untuk menunggu peluang, bukan membaca panggilan. Mereka diarahkan untuk melamar pekerjaan, bukan menemukan alasan mengapa mereka dilahirkan dengan potensi tertentu.

Apakah pendidikan kewirausahaan tidak ada? Jelas ada, bahkan semakin banyak. Namun mental set ataupun pola pikir kewirausahaan memang butuh waktu untuk terinstal, butuh kesabaran untuk jadi dominan dalam pikiran.  Lanjutkan membaca disini Indonesia Darurat Kewirausahaan Sosial – TIMES Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *